Asal Dosa
Sayang beribu sayang, manusia pertama jatuh ke dalam dosa
karena telah melanggar larangan Allah, yaitu untuk tidak memakan buah dari
Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat
dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.”
Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden
oleh Allah?
Manusia kehilangan kemuliaannya dan tidak dapat bertatap
muka lagi dengan Allah. Ini disimbolkan dengan pengusiran manusia dari Taman
Eden (Kej 3:23). Hubungan Allah dengan manusia tidak dapat lagi dilakukan
secara langsung. Manusia juga tidak dapat lagi secara langsung mencari dan
berjumpa dengan Allah. Ya, itu karena manusia telah kehilangan kemuliaannya.
Sudah ada penjaga dengan pedang menyala-nyala menjaga hadirat Allah dari
manusia (3:24). Manusia sama sekali tidak dapat melewati gerbang ini.
Manusia
memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa
karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang
menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan
penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan
Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau
di “Benarkah
Adam Manusia Pertama?“
Manusia akan dilahirkan. Dan proses ini akan memberikan rasa
sakit yang luar biasa bagi ibunya (Kej 3:16). Tidak ada lagi proses penciptaan
manusia oleh Allah, semuanya harus melalui perkembangbiakan.
Manusia
akan mengalami kesulitan dan harus bersusah payah dalam mencari kehidupan di
dunia ini. Kesulitan ini karena Allah telah mengutuk dunia dengan semak duri
dan rumput duri. Banyak sekali penggoda dan penjahat. Dengan itu pula manusia
tidak akan merasakan enaknya hasil yang dia peroleh.
Manusia
akan mati dan kembali menjadi debu (Kej 3:19). Manusia adalah debu dan akan
kembali menjadi debu.
Iblis
akan selalu menyesatkan manusia sehingga iblis dapat mengambil roh manusia (Kej
3:14). Manusia yang berhasil disesatkan akan menjadi pengikut iblis.
Adanya permusuhan abadi antara iblis dengan keturunan
perempuan pertama. Permusuhan ini membuat keturunan perempuan (Yesus Kristus)
sangat menderita dan wafat di dunia ini, tetapi sebenarnya iblislah yang
dihancurkan kuasanya atas dunia ini (Kej 3:15). Dan iblis dan segala
kekuatannya akan dihancurkan oleh Yesus Kristus pada akhir jaman (baca Kitab
Wahyu).
Manusia telah kehilangan kemuliaannya dan telah terlepas
dari Allah sehingga manusia harus hidup sendiri tanpa bimbingan langsung dari
Allah. Syukurlah bahwa Allah tetap memberikan kasih-Nya bagi manusia. Allah
telah membekali manusia dengan perlengkapan untuk hidup di dunia ini (Kej
3:21). Sepasang manusia pertama itu, yaitu Adam dan Hawa, termasuk sukses dalam
kehidupannya di dunia ini. Mereka dapat hidup dan mencari makan dengan baik.
Mereka dapat memiliki anak yang cukup banyak sehingga dapat membuat suatu
bangsa yang cukup besar.
Sayangnya
manusia selalu cenderung berbuat dosa (Kej 6:5). Bahkan keturunan pertama Adam
telah melakukan pembunuhan (Kej 4:8). Banyak sekali kejahatan yang dilakukan
oleh manusia generasi awal ini. Bahkan kejahatan yang mereka perbuat semakin
jahat di Mata Allah yang mengakibatkan Allah sangat murka. Sampai akhirnya
Allah harus menghapuskan generasi pertama manusia ini dengan air bah dan
menyelamatkan Nuh dan menjadikannya bangsa baru (Kej 7-8). Nuh adalah seorang
yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya dan dia bergaul
dengan Allah (Kej 6:9). Sebelum Nuh ada seorang yang juga hidup bergaul dengan
Allah, yaitu Henokh. Pada umurnya yang ke 365 tahun Henok diangkat Allah.
Walau pun demikian ternyata manusia tetap saja berdosa
sehingga Allah menetapkan umur manusia maksimal 120 tahun saja (Kej 6:3).
Sebagai catatan, Adam mati pada umur ke 930 tahun. Sedangkan Set, anak Adam
yang lain mati saat berumur 912 tahun. Henokh diangkat Allah pada umur 365
tahun. Nuh mati saat berumur 950 tahun. Kebayangkan mengapa dari 1 orang bisa
tercipta suatu bangsa yang besar? Dahulu setiap anak dari manusia generasi
pertama akan menjadi suatu bangsa yang besar dan tersebar. Sayangnya bangsa
yang besar ini selalu berbuat dosa.
