Powered By Blogger

Wednesday, May 20, 2015

Giatkan Ibadahmu, Hari Tuhan Sudah Dekat

Author : |


Ibrani 10:25
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
Sehubungan dengan semakin dekatnya kedatangan Tuhan Yesus kedua kali ke bumi ini yang dikenal dengan istilah ‘hari Tuhan’ maka kita dinasehatkan agar lebih giat beribadah. Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah seperti dibiasakan oleh beberapa orang. Banyak orang yang mengaku sebagai Kristen atau pengikut Kristus tetapi jarang sekali mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah. Bukankah hari Minggu ada banyak orang Kristen yang tidak ke gereja? Mereka berdalih mengikuti ibadah lewat televise. Yang Tuhan maksudkan adalah ‘pertemuan-pertemuan’ ibadah, hadir di dalam sebuah perkumpulan ibadah, bukan hanya sekedar menyaksikan orang lain beribadah di TV. Mengikuti ibadah lewat TV lebih diperuntukkan bagi orang yang karena sakit tidak dapat hadir di tempat ibadah dan diperuntukkan lebih khusus bagi orang yang belum pecaya.
Saya mendapatkan kesaksian dari saudara-saudara kita yang ada di Lembaga Pemasyarakatan seperti berikut ini: “Saya bersyukur Tuhan izinkan masuk di tempat ini, karena di tempat inilah saya dapat mengenal Tuhan lebih baik melalui ibadah-ibadah yang ada. Selama di luar saya jarang mengikuti kebaktian…….” Kebaktian-kebaktian di Lembaga Pemasyarakatan hampir setiap hari, puji Tuhan, hari-hari ini ada banyak gereja dan yayasan Kristiani ataupun perorarangan yang terbeban melayani. Barangkali karena ayat dalam Matius 25:36 “….ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”
Menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat ini, intensitas ibadah harus ditingkatkan. Ibadah tidak cukup hanya pada hari Minggu saja, ada ibadah tengah minggu, ibadah doa puasa, ibadah rumah tangga, ibadah keluarga satu marga, ibadah satu alumni, ibadah satu profesi, ibadah kantoran, ibadah anak-anak jalanan, pokoknya setiap ada kesempatan. Puji Tuhan, sekarang anak-anak Tuhan juga menjadi penggagas ibadah di kantornya, di tempatnya bekerja.
Jadi sangat disayangkan apabila masih ada orang Kristen yang KTPnya Kristen tetapi pada hari Minggu saja tidak datang di pertemuan ibadah jemaat.
Mengapa ibadah harus ditingkatkan? Tuhan Yesus menghendaki gerejaNya selalu berjaga-jaga. Hidup benar dan kudus, tidak tercemar oleh dosa dunia ini. Di dalam ibadah kita bersekutu dengan Tuhan, menikmati hadiratNya, memuji-muji namaNya dan mendengarkan Firman-Nya yang menjadi penuntun jalan kita dan terang bagi kaki kita. Hanya orang yang dekat denganNyalah yang akan mengetahui tanda-tanda hari kedatangan-Nya dan tanda-tanda kesudahan dunia.
Selain pertemuan-pertemuan ibadah, ada tiga hal lain yang harus digiatkan sehubungan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang semakin mendekat.
MEMBACA ALKITAB, KHUSUSNYA KITAB WAHYU. Wahyu 1:3 “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” Ini adalah yang pertama dari tujuh “ucapan bahagia” atau ucapan berkat yang ditemukan dalam kitab Wahyu, yang dikaruniakan kepada mereka yang membaca, mendengar, dan taat kepada perkara-perkara yang tertulis di dalam kitab ini. Kenyataan bahwa orang percaya harus melaksanakan perintah-perintah kitab Wahyu menunjukkan bahwa kitab ini bersifat praktis dengan petunjuk-petunjuk moral dan bukan sekadar suatu nubuat tentang perkara-perkara yang akan datang. Kita harus membaca kitab ini bukan saja demi memahami rencana Allah untuk masa yang akan datang bagi dunia dan umatNya, tetapi juga demi mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip rohani yang besar. Terutama sekali, kitab ini harus membawa kita lebih dekat kepada Yesus Kristus dalam iman, pengharapan, dan kasih.
BERDOA. 1 Petrus 4:7 “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Dalam Alkitab terjemahan Holy Bible: “But the end of all things is at hand; therefore be serious and watchful in your prayers.” Kita harus memandang kehidupan kita dari sudut kedatangan Kristus dan akhir dunia yang sudah dekat. Doa harus semakin diintensifkan dan lebih serius lagi untuk mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan terburuk sehubungan dengan kesukaran-kesukaran yang terjadi menjelang kesudahan dunia. Kepada Petrus, Yesus peringatkan agar berjaga-jaga dan berdoa supaya tidak jatuh dalam berbagai pencobaan.
Kami biasa membaca Alkitab dua pasal setelah doa pagi. Kebetulan, pembacaan kami hari Kamis kemarin dari Mazmur 32-33. Saya temukan Mazmur 32:6 “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.” Puji Tuhan.
PROAKTIF MEMBERITAKAN INJIL. Matius 24:14 “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Tanda yang paling jelas yang menunjukkan kesudahan dunia adalah globalisasi Injil. Seluruh dunia harus mendengar Injil barulah Kristus datang kepada gerejaNya dan untuk menghukum dunia serta kefasikannya.
Kristus berbicara kepada muridNya seakan-akan semua nubuat ini akan digenapi pada zaman mereka yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu. Oleh karena itu, hal ini merupakan harapan gereja Perjanjian Baru. Hal yang sama ini hendaknya juga menjadi harapan dari semua orang yang percaya pada Yesus Kristus sepanjang zaman. Kita harus senantiasa mengharapkan kedatangan kembali Tuhan dan bahwa akhir zaman akan tiba pada angkatan kita. Kita harus senantiasa hidup dalam suasana di antara dekatnya kedatangan Kristus dan kenyataan bahwa kita diperintahkan untuk tetap memberitakan Injil ke seluruh dunia. Amanat agung adalah amanat bagi semua orang percaya, bukan hanya bagi para pendeta saja jadi harus semua aktif memberitakan Injil. Puji Tuhan. (Nopember 2010)

Wednesday, February 4, 2015

<style>.ig-b- { display: inline-block; }
.ig-b- img { visibility: hidden; }
.ig-b-:hover { background-position: 0 -60px; } .ig-b-:active { background-position: 0 -120px; }
.ig-b-48 { width: 48px; height: 48px; background: url(//badges.instagram.com/static/images/ig-badge-sprite-48.png) no-repeat 0 0; }
@media only screen and (-webkit-min-device-pixel-ratio: 2), only screen and (min--moz-device-pixel-ratio: 2), only screen and (-o-min-device-pixel-ratio: 2 / 1), only screen and (min-device-pixel-ratio: 2), only screen and (min-resolution: 192dpi), only screen and (min-resolution: 2dppx) {
.ig-b-48 { background-image: url(//badges.instagram.com/static/images/ig-badge-sprite-48@2x.png); background-size: 60px 178px; } }</style>
<a href="http://instagram.com/darlisdeni?ref=badge" class="ig-b- ig-b-48"><img src="//badges.instagram.com/static/images/ig-badge-48.png" alt="Instagram" /></a>

Monday, February 2, 2015

TABRAKAN MAUT DI DAIRI - SIDIKALANG

Tabrakan Maut di Dairi, 1 Tewas 2 Kritis
MedanBisnis - Sidikalang .Satu tewas dan 2 kritis dalam kecelakaan beruntun melibatkan 3 mobil di jalan nasional Sidikalang-Medan, tepatnya kawasan Hutan Lae Pondom KM 35, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, Dairi Senin (2/2), sekira pukul 13.30 WIB.
Ketiga mobil adalah mobil angkutan umum PAS BK1604 HG yang dikemudikan Kencana Kacaribu (23), PO Datra Nopol BK1865JD dikemudikan John Hendraja Saragih (32) dan truk tronton BK 9409 LU dikemudikan Suwanto (46). Semua korban penumpang mobil PAS.

Korban tewas Sendah boru Angkat (60) penduduk Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga. Korban kritis Saudara Karo-Karo alias Tabong (61) penduduk Batuardan, Kecamatan Tigalingga serta pengemudi mobil PAS, Kencana Kacaribu.
Sementara penumpang mobil PO Datra hanya mengalami luka ringan dan sudah dievakuasi ke mobil lain untuk melanjutkan perjalanan ke Medan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kecelakan maut itu berawal ketika CV PAS datang dari arah Sidikalang, di belakangnya mobil PO Datra. Mobil PAS hendak mendahului mobil Datra, namun di saat bersamaan muncul truk dari depan sehingga terjadi tabrakan.

Supir truk tronton, Suwanto kepada wartawan menjelaskan, ia sudah berusaha menghindar dengan membanting stir ke kiri. Namun laju mobil PAS terlalu kencang, sehingga terjadi tabrakan.

Mobil PAS menghantam bagian belakang truk hingga penumpang yang duduk di jok depan terlempar ke parit dan tewas seketika.
Menurut petugas medis RSUD Sidikalang, kedua korban kritis harus dirujuk ke rumah sakit di Medan, karena kondisinya sangat parah. (rudy sitanggang)

Friday, January 9, 2015

Asal Dosa
 
Sayang beribu sayang, manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena telah melanggar larangan Allah, yaitu untuk tidak memakan buah dari Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.” Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden oleh Allah?
Manusia kehilangan kemuliaannya dan tidak dapat bertatap muka lagi dengan Allah. Ini disimbolkan dengan pengusiran manusia dari Taman Eden (Kej 3:23). Hubungan Allah dengan manusia tidak dapat lagi dilakukan secara langsung. Manusia juga tidak dapat lagi secara langsung mencari dan berjumpa dengan Allah. Ya, itu karena manusia telah kehilangan kemuliaannya. Sudah ada penjaga dengan pedang menyala-nyala menjaga hadirat Allah dari manusia (3:24). Manusia sama sekali tidak dapat melewati gerbang ini.
Manusia memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau di “Benarkah Adam Manusia Pertama?
Manusia akan dilahirkan. Dan proses ini akan memberikan rasa sakit yang luar biasa bagi ibunya (Kej 3:16). Tidak ada lagi proses penciptaan manusia oleh Allah, semuanya harus melalui perkembangbiakan.
Manusia akan mengalami kesulitan dan harus bersusah payah dalam mencari kehidupan di dunia ini. Kesulitan ini karena Allah telah mengutuk dunia dengan semak duri dan rumput duri. Banyak sekali penggoda dan penjahat. Dengan itu pula manusia tidak akan merasakan enaknya hasil yang dia peroleh.
Manusia akan mati dan kembali menjadi debu (Kej 3:19). Manusia adalah debu dan akan kembali menjadi debu.
Iblis akan selalu menyesatkan manusia sehingga iblis dapat mengambil roh manusia (Kej 3:14). Manusia yang berhasil disesatkan akan menjadi pengikut iblis.
Adanya permusuhan abadi antara iblis dengan keturunan perempuan pertama. Permusuhan ini membuat keturunan perempuan (Yesus Kristus) sangat menderita dan wafat di dunia ini, tetapi sebenarnya iblislah yang dihancurkan kuasanya atas dunia ini (Kej 3:15). Dan iblis dan segala kekuatannya akan dihancurkan oleh Yesus Kristus pada akhir jaman (baca Kitab Wahyu).
Manusia telah kehilangan kemuliaannya dan telah terlepas dari Allah sehingga manusia harus hidup sendiri tanpa bimbingan langsung dari Allah. Syukurlah bahwa Allah tetap memberikan kasih-Nya bagi manusia. Allah telah membekali manusia dengan perlengkapan untuk hidup di dunia ini (Kej 3:21). Sepasang manusia pertama itu, yaitu Adam dan Hawa, termasuk sukses dalam kehidupannya di dunia ini. Mereka dapat hidup dan mencari makan dengan baik. Mereka dapat memiliki anak yang cukup banyak sehingga dapat membuat suatu bangsa yang cukup besar.
Sayangnya manusia selalu cenderung berbuat dosa (Kej 6:5). Bahkan keturunan pertama Adam telah melakukan pembunuhan (Kej 4:8). Banyak sekali kejahatan yang dilakukan oleh manusia generasi awal ini. Bahkan kejahatan yang mereka perbuat semakin jahat di Mata Allah yang mengakibatkan Allah sangat murka. Sampai akhirnya Allah harus menghapuskan generasi pertama manusia ini dengan air bah dan menyelamatkan Nuh dan menjadikannya bangsa baru (Kej 7-8). Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya dan dia bergaul dengan Allah (Kej 6:9). Sebelum Nuh ada seorang yang juga hidup bergaul dengan Allah, yaitu Henokh. Pada umurnya yang ke 365 tahun Henok diangkat Allah.
Walau pun demikian ternyata manusia tetap saja berdosa sehingga Allah menetapkan umur manusia maksimal 120 tahun saja (Kej 6:3). Sebagai catatan, Adam mati pada umur ke 930 tahun. Sedangkan Set, anak Adam yang lain mati saat berumur 912 tahun. Henokh diangkat Allah pada umur 365 tahun. Nuh mati saat berumur 950 tahun. Kebayangkan mengapa dari 1 orang bisa tercipta suatu bangsa yang besar? Dahulu setiap anak dari manusia generasi pertama akan menjadi suatu bangsa yang besar dan tersebar. Sayangnya bangsa yang besar ini selalu berbuat dosa.

Tuesday, December 23, 2014

Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan by Deni

Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan
Bagian keempat dan terakhir dari satu seri khotbah yang terpusat pada 2 Korintus 12:9
"KuasaKu menjadi sempurna dalam kelemahan" Khotbah oleh Pdt. Eric Chang
Gereja Central CDC Hongkong
Mari kita membuka satu pasal yang penting dari firman Tuhan di 2 Korintus 12:7b-10.
Maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Perhatikan setiap kata. Apabila anda memperhatikan dengan saksama, anda akan melihat bahwa tanpa melebih-lebihkan, pasal ini merupakan satu pasal yang terpenting. Kapan anda pernah merasakan bahwa kelemahan anda merupakan sesuatu yang dapat dibanggakan? Kapan anda pernah berpikir bahwa masalah-masalah, kesulitan-kesulitan, kesukaran-kesukaran, dan aniaya-aniaya, merupakan hal-hal yang dapat membuat kita bersukacita?
Kekristenan Yang Bagaimana?Kita sedang hidup dalam suatu masa dimana banyaknya pengajar-pengajar yang mengatakan bahwa Tuhan sedang memberkati anda apabila tidak ada kesukaran-kesukaran, apabila semuanya berjalan dengan lancar. Tetapi Paulus berbicara tentang kesukaran-kesukaran, penderitaan-penderitaan dan semua jenis kehinaan yang menimpa dirinya sebagai sesuatu yang dapat membuat ia bersukacita dan bangga. Kekristenan semacam ini dapat disebut sebagai kekristenan yang tak dapat dikalahkan, tidak mudah untuk menyerah. Kekristenan semacam ini sangat sulit ditemukan pada zaman ini.
Jenis khotbah-khotbah yang kita dengar hari-hari ini di Amerika Utara dan berbagai tempat lainnya adalah apabila anda mengalami penderitaan-penderitaan dan kesukaran-kesukaran, itu bukanlah dari Tuhan. Apabila anda miskin, itu bukanlah kehendak Allah. Apabila anda menderita sakit penyakit, itu juga bukanlah kehendak Allah. Semua penyakit harus disembuhkan. Setiap kemiskinan harus disingkirkan. Apabila anda miskin, itu karena anda tidak memiliki iman. Kalau anda memiliki iman anda dapat meminta sebuah mobil Cadillac, atau Mercedes. Kalau anda tidak mendapatkan Cadillac, berarti anda tidak memiliki iman. Kekristenan semacam inilah yang sedang dikabarkan di seluruh dunia.
Dengan kekristenan semacam ini, anda heran apakah anda membaca Alkitab yang sama dengan yang dibaca oleh rasul Paulus. Kalau saja dia mendengarkan semuanya ini, ia akan heran kalau-kalau tidak ada seorangpun yang dapat mengerti tentang apa yang ia sudah tuliskan.
Apakah Anda Sedang Menjalani Kehidupan Kekristenan Yang Berkemenangan?Hari ini, saya ingin membahas sesuatu yang amat penting - yaitu, intisari dan sifat kehidupan Kekristenan. Apakah kehidupan Kekristenan yang berkemenangan itu? Apakah anda hidup di dalamnya? Apakah rahasia kekuatan rohani? Apakah anda memiliki kekuatan rohani dalam hidup anda? Apakah kerohanian yang sejati itu? Kalau saya meminta anda untuk mendefinisikannya, tahukah anda apa itu kerohanian? Pertanyan-pertanyan ini sangat penting. Tanpa kuasa rohani, kita tidak dapat menjalankan kehidupan kekristenan.
Ketika Aku lemah Maka Aku KuatSaya ingin menarik perhatian anda pada 2 Korintus 12:10, "Ketika aku lemah, maka aku kuat". Perhatikan setiap kata. Sudah jelas ada dua bagian dalam kalimat ini. Bagian terakhir dalam kalimat ini adalah: "Aku kuat". Apakah anda kuat? Apakah anda merasa anda kuat? Sepanjang minggu ini, apakah anda memiliki kekuatan untuk mengatasi semua masalah yang anda hadapi? Kalau kita melihat pada kalimat ini, kita cenderung ingin menekankan bagian keduanya, bukan? "Aku kuat" - inilah bagian yang menarik bagi kita.
Anda dapat memikirkan pasal-pasal yang sejajar yang Rasul Paulus gunakan, seperti Filipi 4:13, "Aku dapat melakukan segala sesuatu di dalam Kristus." Ah, inilah kehidupan Kekristenan yang indah "Aku dapat melakukan segala perkara". Paulus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam setiap kesukaran. Anda dapat melemparkan segala sesuatu kepadanya dan ia tetap kuat. Ia seorang Kristen semacam itu. Bagaimana dengan anda dan saya? Kita ditimpa masalah sedikit saja dan kita jatuh. Sayangnya hidup ini penuh dengan masalah. Sebagai akibatnya, kita menemukan diri kita sendiri sering kali jatuh. Kapan kita dapat bangkit? Barang kali ketika kita ke gereja. Jadi selama 6 hari kita jatuh, dan pada hari ke-7, kita mengumpulkan sedikit kekuatan untuk bangkit. Tetapi dengan kondisi yang demikian, kita akan mengalami defisit yang tak terbatas. Saya takut kalau pada waktu yang akan datang apabila saya datang untuk berkhotbah lagi, saya tidak akan melihat anda lagi, karena defisit itu telah mengakibatkan kebangkrutan rohani.
Hal-hal Apakah Yang Dibanggakan Oleh Rasul Paulus?Tetapi kemampuan Paulus untuk bertahan sangat mengagumkan. Bacalah saja daftar yang panjang di 2 Korintus 11:22-30. Apakah anda melihat hal-hal yang Paulus lihat sebagai sesuatu yang layak dibanggakan? Inilah sungguh-sungguh seorang yang hebat benar. Silakan anda melihat daftar tersebut. Yang mana satu dapat ditanggung anda? Ia mengalami karam kapal tiga kali, dan terkatung-katung di tengah-tengah laut Mediterranian yang dingin. Maukah anda mencobanya? Mungkin Paulus itu seorang perenang yang baik, sehingga ketika kapal mulai tenggelam, itu tidak menjadi masalah. Tetapi kalau anda tidak tahu bagaimana untuk berenang, barangkali Tuhan tidak akan menguji anda dengan cara ini?
Jika anda seorang missionari yang melayani Tuhan, sepenuh waktu bekerja sebagai pemberita Injil, tentu saja anda akan berpikir bahwa Tuhan akan meratakan jalan-Nya bagi anda. Tetapi apa yang Ia lakukan? Ia mengizinkan kapal anda tenggelam. Anda boleh saja protes: "Tetapi Tuhan, maafkan aku, itu bukan caranya memperlakukan hamba-Mu. Yang penting bukan aku bisa berenang atau tidak, tetapi menggantung-gantungkan hamba-Mu di tengah air laut seperti ini pasti bukan caranya untuk memperlakukan hamba-Mu! Tuhan, kalau Engkau melakukan hal ini sekali saja kepadaku, aku masih dapat memaafkan-Mu. Tetapi tiga kali!? Ini tidak dapat diterima. Pada waktu pertama kali aku sudah punya cukup banyak masalah, tetapi tiga kali, aku tidak sanggup menerimanya. Bukan saja karena Alkitabku basah dan hancur, tetapi semua catatan khotbahku hilang dan aku tidak dapat mengingat apa yang akan kukhotbahkan."
Saya ragu-ragu apakah iman kekristenan anda cukup kuat untuk mengatasi hal ini. Saya percaya iman anda tidak sanggup untuk mengatasinya, jika kekristenan anda adalah semacam ini, bahwa Tuhan tidak akan pernah mengizinkan satu perkara buruk pun terjadi kepada anda. "Inilah aku hamba-Mu, siap untuk diutus dan memberitakan Firman-Mu. Tentu saja Tuhan akan meratakan jalan-Nya bagiku, benarkah?" Dan apa yang terjadi? Lif mogok, dan anda menderita malu ketika anda coba membetulinya, dan anda tidak berhasil. Jadi anda lari ke lantai bawah dan mendapati anda telah ketinggalan bis. Sudah pasti ini bukanlah caranya memperlakukan seorang hamba Tuhan.
Anda mengalami beberapa masalah lalu anda berkata, "Tuhan, mengapa Engkau memperlakukan aku seperti ini?" Itulah sebabnya saya berkata anda perlu mengerti intisari dari Kekristenan. Anda mungkin saja sudah dibesarkan dalam Kekristenan yang semacam ini, yaitu selama anda berjalan dalam kehendak-Nya, maka semuanya akan menjadi lancar. Ia boleh saja tidak meratakan jalan anda dengan bunga-bunga mawar, tetapi paling tidak bukan dengan begitu banyaknya duri.
Ketika Paulus menuliskan hal-hal itu di 2 Korintus 11, apakah tujuannya? Apakah ia menulis untuk menggerutu melawan Tuhan? Ia menuliskan hal-hal ini untuk membuktikan kepada jemaat Korintus bahwa ia adalah seorang hamba Tuhan yang sejati (ayat 23). Inilah yang menjadi penghubung antara bagian pertama dan bagian kedua dari 2 Korintus 11. Paulus mengatakan: "Apakah mereka hamba-hamba Tuhan? Aku lebih lagi. Apakah buktinya? Kapalku karam." Bukankah ini hal yang menakjubkan? Kapal mereka tidak tenggelam dan dengan demikian mereka bukan hamba Tuhan yang sejati. Inikah pemikirannya? Apakah saya lagi membuat lelucon? Anda bacalah dan temukanlah, kalau anda dapat menemukan penghubung yang lain.
Belajar Berjalan Dengan TuhanDi dalam berjalan dengan Tuhan, saya sering kali mengalami hal-hal yang menakjubkan. Saya banyak sekali membaca, tidak pernah seharipun saya lalui tanpa membaca. Kebanyakan dari buku-buku yang saya baca  berkaitan dengan teologia. Tetapi bahkan dari apa yang saya baca, heran sekali bagaimana Tuhan memimpin saya. Saya tidak sembarangan mengambil satu buku dan membacanya. Saya berkata, "Tuhan, apa yang Engkau ingin saya baca berikutnya?" Ini bukanlah buku-buku renungan tetapi merupakan buku-buku teologia yang berurusan dengan eksegesis.
Saya baru saja membaca sebuah buku dalam dua minggu terakhir, dan kemarin saya sampai pada bagian akhir dari buku tersebut. Ketika saya membuka halaman berikutnya, saya sulit sekali mempercayai mata saya. Judul dari bagian itu justru bertepatan dengan apa yang saya khotbahkan hari ini, yaitu bukti-bukti kwalifikasi yang menunjukkan bahwa Paulus layak menjadi seorang rasul. Ia merujuk kepada nas yang sama yang saya tuliskan dalam buku catatan saya lebih dari 5 minggu yang lalu. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa? Penulisnya membahas hal yang sama persis dengan yang saya bicarakan sekarang.
Bukti-bukti KerasulanPaulus menyebut kesukaran-kesukaran, pukulan-pukulan dan lemparan-lemparan batu sebagai bukti yang sungguh-sungguh menunjukkan kerasulannya. Ini sangat mengagumkan. Dalam perikop itu, ia tidak menunjuk kepada penglihatannya ketika dalam perjalanan ke Damsyik. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, ia mengklaim dirinya sebagai rasul yang sejati, bertentangan dengan mereka yang mengklaim diri sebagai rasul-rasul sejati, dengan argumen bahwa mereka seharusnya tahu bahwa ialah seorang rasul yang sejati justru karena lemparan-lemparan batu, pukulan-pukulan dan peristiwa kapal karam yang harus ia alami demi Injil.
Ketika Paulus keluar untuk berkhotbah, ia tidak mengharapkan Tuhan untuk melembutkan hati orang banyak supaya mereka tidak akan melemparinya dengan batu atau memukulnya. Kadang-kadang, saya keheranan mendengar banyak orang berkata, atau saya membaca dalam majalah-majalah, bahwa bukti dari kebaikan Allah adalah kalau mereka pergi ke sana dan hati orang-orang di situ sudah dipersiapkan. Mereka menerima sambutan yang baik sekali. Bahkan meskipun pada awalnya ada sedikit permusuhan, hati orang-orang yang mendengar telah diubahkan begitu mereka sampai di sana. Penerimaan dari para pendengar tentu saja kadang-kadang merupakan bukti dari pekerjaan Tuhan dalam hati manusia. Tetapi sudahkah kita mengerti kenyataan bahwa pertentangan yang hebat terhadap suatu khotbah sering kali merupakan bukti yang pasti bahwa Roh Kudus sedang bekerja dengan penuh kuasa di dalam hati para pendengar untuk menyatakan dosa mereka dan perlunya untuk berpaling kepada Tuhan supaya diselamatkan (misalnya dalam Kisah Rasul 7)?
Rasul Paulus yang malang ini dilempari batu sementara di waktu yang lain ditinggalkan untuk mati. Ia dirajam batu dengan hebat sekali sehingga berlumuran darah seluruh tubuhnya. Ia dipukul sampai pingsan dalam suatu timbunan tanah sehingga mereka menyangka ia sudah mati. Jika anda melihat wajah rasul ini, anda akan melihat banyak sekali bekas-bekas luka di seluruh wajahnya. Dan bekas-bekas luka ini, disebut Paulus sebagai "tanda-tanda kematian Yesus di dalam tubuhnya" (2 Korintus 4:10). Tidak, Paulus tidak selalu diterima dengan sambutan yang hangat.
Dan berapa kali dia dipukuli? Setiap kali Paulus dipukul, ia dipukul dengan memakai cambuk, 39 pukulan di punggungnya. Setiap kali cambuk itu mengenai tubuhnya, itu akan mengambil keluar sedikit dari kulitnya. Ketika cambuk itu mengenai tubuhnya terdapat 4 atau 5 sayatan pada waktu yang sama. Ia diberikan 40 pukulan kurang 1 sebagai tindakan belas kasihan menurut ketentuan hukum Yahudi. Dapatkah anda tahan menderita satu pukulan seperti itu, apalagi lima? Bagaimana keadaan punggung rasul Paulus? Inikah penyambutan yang baik?
Tetapi anda mungkin berpikir bahwa tentu saja kalau Roh Kudus bekerja melalui Paulus, kuasa dari perkataannya akan menginsafkan para pendengarnya dan mereka akan jatuh tersungkur di atas tanah dan bertobat. Nah, ketika Stefanus di Kisah Para Rasul 7 berkhotbah dengan penuh kuasa, ia dirajam batu sampai mati. Mengapa Tuhan tidak melindungi hamba-Nya yang berharga ini, tetapi sebaliknya membiarkannya untuk dirajam dengan  batu sampai mati?
Beranikah anda pergi dan memberitakan Injil? Jangan berpikir bahwa Tuhan akan meratakan jalanmu. Pada umumnya, Ia tidak akan melakukan itu. Mungkin kadang-kadang, tetapi jarang sekali Ia akan meluruskan jalanmu, sebagaimana yang anda lihat dalam Alkitab.
Memahami Sifat Kehidupan KekristenanKecuali anda memahami sifat kehidupan Kekristenan, anda tidak akan dapat bertahan. Paulus bukan hanya tidak mengeluh tentang hal-hal ini, ia bahkan bermegah karena hal-hal itu dan bersukacita di dalam penderitaannya. Ia sungguh hebat.
Ia sesungguhnya seorang Superman rohani karena dapat bertahan menanggung semuanya itu.
Barangkali anda berkata kepada saya, "Aku mengerti maksud anda. Jangan mengingatkan aku lagi, aku sudah tangkap maksudnya. Untuk menjadi seorang Kristen, kita perlu kemampuan untuk bertahan. Tetapi Rasul Paulus seorang Superman dan aku bukan. Aku tidak dapat bertahan. Jadi biarkan si Superman maju terus dan menanggung semua itu." Nah, apakah anda ingin menjadi Superman?
Benarkah Paulus Seorang Superman?Benarkah Paulus seorang Superman? Kita baca di Roma 8:37 bahwa Tuhan selalu menjadikan kita lebih dari pemenang. Itu sepertinya gambaran "mimpi" dari kehidupan Kekristenan - "lebih dari pemenang". Tetapi bagi banyak di antara kita cukup puas untuk menjadi pemenang, jangankan "lebih dari" pemenang. Kita tidak dapat mengalami apa yang "lebih dari" itu. Kita mempunyai cukup banyak masalah untuk mengalami kemenangan.
Dalam dunia tinju, kadang-kadang kita menyaksikan pertandingan dimana kedua petinju saling meninju satu dengan yang lainnya sampai lebam biru dan hitam, sementara para juri mengalami kesulitan untuk memutuskan yang mana menang dengan meraih angka lebih. Namun ada juga pertandingan dimana benar-benar ada pemenang K.O. yang jelas, dimana yang kalah terbaring di atas kanvas. Pemenang K.O. inilah contoh dari "lebih dari pemenang".
Jadi ketika Paulus berkata "lebih dari pemenang", ia tidak bermaksud bahwa anda menang dengan nilai angka, tetapi menang tanpa tandingan. Jadi Paulus kelihatannya sedang berbicara tentang suatu Kekristenan Superman, bukan? Tetapi ini bukan pengalaman kebanyakan orang Kristen.
Apa yang akan terjadi kalau anda tidak mengalami kekuatan yang berlebihan itu? Anda menjadi jera dan mungkin menderita frustrasi. Justru akan terjadi sesuatu yang sangat berbahaya, yaitu suatu rasa bersalah. Anda mulai bertanya-tanya misalnya, "Apakah aku sudah lahir baru? Aku membaca di Alkitab bahwa kita lebih dari pemenang, tetapi aku tidak. Mengapa?" Apakah ini pengalaman anda?
Kemudian anda pandang ke sekeliling kepada saudara-saudara yang lain. Apakah saya saja yang mengalami kekalahan? Anda segera menemukan bahwa mereka juga tidak lebih baik dari anda. Mereka juga berbabak-belur. Kenyataannya, mereka juga bukan Superman. Kemudian anda melihat di sekeliling, adakah orang-orang Super di sekitar anda? Bagaimana dengan pendeta-pendeta dan pemimpin-pemimpin di gereja anda? Bahkan mereka juga kelihatannya memiliki kelemahan di sana sini. Apakah Superman juga membuat kesalahan? Mungkin mereka sedikit lebih baik, namun yang pasti mereka bukan Superman.
Apakah Kita Sedang Bertempur Dalam Peperangan yang Kalah?Sekarang anda mempunyai masalah. Anda mulai merasa sangat kecewa. Anda mulai bersikap sinis. Apabila hal ini menjadi lebih buruk, anda mulai merasa putus asa. Anda mulai membuat kesimpulan bahwa kehidupan Kekristenan tidak mungkin dijalani. Ternyata pahlawan-pahlawan yang anda segani, para pemimpin di gereja, tidak begitu sempurna juga. Perasaan putus asa ini mulai mencengkram anda, membuat kehidupan Kekristenan anda merosot menjadi semakin lemah. Anda tidak dapat menang. Tidak ada seorangpun, bahkan tidak pula para pemimpin, dapat menang. Kita sedang berperang dalam peperangan yang kalah.
Apakah jalan keluarnya? Saya melihat begitu banyak orang Kristen yang menjadi semakin negatif. Segala sesuatu yang mereka lihat tampaknya tidak ada harapan. Mereka berada di ujung keruntuhan. Tetapi ketika anda membaca surat Rasul Paulus, apakah ia berpikir seperti demikian? Ia tidak berpikir seperti ini karena ia tidak berpikir seperti anda dan saya. Paulus memang tidak dapat dikalahkan tetapi ia bukan Superman.
Dari Manakah Gagasan Superman Ini Datang?Saya akan menerangkan apa yang saya maksudkan dengan pernyataan saya yang terakhir. Tetapi pertama-tama kita harus meninjau gagasan tentang "Superman" ini, dan memahami sifat kerohanian yang sejati. Kita harus berusaha untuk mengerti dari mana datangnya kesalahan gagasan tentang "Superman" ini, karena kalau anda memulai dengan pemikiran superman, anda akan mengalami kerugian, dan melakukan kesalahan yang serius.
Gagasan ini datang dari seorang ahli filsafat Jerman yang bernama Friedrich Nietzsche. Orang ini adalah seorang ahli filsafat yang anti-kristen. Meskipun ayahnya seorang pendeta, ia melawan segala sesuatu tentang kekristenan. Bukanlah suatu perkara yang luar biasa untuk orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga Kristen kemudiannya berbalik dan melawan kekristenan karena jenis kekristenan yang mereka lihat di rumah. Nietzsche adalah seorang yang sangat pandai tetapi entah mengapa ia memiliki obsesi untuk melawan Tuhan. Dari sekian banyak buku yang ditulisnya, salah satunya berjudul "Anti-Kristus", di mana ia menyatakan dirinya sebagai Anti-Kristus. Ia berbalik melawan Allah karena Allah disampaikan kepadanya dengan cara yang salah. Tetapi dengan berbaliknya dari Allah, ia tidak ada lagi tujuan hidup. Ia telah kehilangan semua arti hidup. Menolak Injil bearti menolak semua dasar pengharapan. Tidak ada suatu apapun yang kekal, segala sesuatu adalah fana. Nietzsche menjadi gila pada usia 45 tahun dan meninggal 11 tahun kemudian, yaitu tahun 1900.
Superman - Memuliakan Manusia Itu SendiriSebagai akibatnya, Nietzsche mengembangkan gagasan tentang Superman. Ia berpendapat bahwa manusia dapat berkembang menjadi Superman, paling tidak beberapa orang dapat. Baginya, pengharapan adalah perkembangan manusia hingga ke tahap pencapaian yang paling tinggi. Manusia dapat menyelamatkan dirinya dengan mengembangkan dirinya sendiri. Beberapa dari kita dapat berkembang menjadi sejenis bangsa yang super. Tentu saja, gagasan tentang bangsa yang super inilah yang diambil dan diterapkan oleh pihak Nazi.
Menjelang akhir perang dunia kedua, berakhir jugalah impian Nazi akan satu bangsa yang super. Namun demikian, gagasan ini dilanjutkan oleh beberapa seniman kartun. Manusia masih saja ingin mempelajari untuk mempercayai dirinya sendiri. Tetapi siapakah yang dapat kita percayai?
Baru-baru ini saya dengar dari berita mengenai seorang pria di Cina yang menyembah Mao Tse Tung. Ia mengumpulkan segala macam potret Mao Tse Tung: dalam buku-buku kecil, lencana-lencana atau patung-patung. Tujuannya adalah mengumpulkan 25,000 barang-barang seperti itu. Di dalam kamarnya tergantung potret Mao Tse Tung yang sangat besar. Setiap hari ia membakar kemenyan di depan potret Mao itu. Mengapa ia melakukan hal tersebut? Karena Mao Tse Tung merupakan superman baginya.
Karena tidak seorangpun yang sesuai dengan gambaran Superman, seniman-seniman kartun masih dapat membayangkan seorang pria yang cakap dengan rambutnya yang bergelombang, bentuk tubuh V dengan otot-otot yang besar, berpakaian biru yang ketat dengan mengenakan mantel dipunggungnya yang akan menolongnya untuk terbang di udara. Inilah hal-hal yang kita lakukan hanya di dalam mimpi. Pernahkah anda terbang dalam mimpi? Pasti kita pernah terbang dalam mimpi. Jikalau anda tidak dapat menjadi Superman dalam kehidupan sehari-hari, setidak-tidaknya anda dapat menjadi satu dalam mimpi!
Sekarang anda mengerti mengapa kita tidak dapat menggunakan gagasan "Superman" dalam kehidupan Kekristenan. Itu adalah mengagungkan manusia itu sendiri. Itu adalah pemujaan terhadap kekuatan manusia yang sama sekali melupakan Allah. Dalam film kartun, Superman dapat menghentikan dan memutar-balikkan roket. Apa artinya ini? Artinya manusia dapat menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri dan tidak membutuhkan Allah. Manusia hanya perlu mengembang ke tingkat yang lebih tinggi dan ia dapat melakukan segala sesuatu. Pemikiran ini bukanlah sesuatu yang baru. Kita dapat melihatnya di kitab Kejadian, di mana kita lihat makhluk-makhluk yang sangat perkasa yang disebut anak-anak Allah. Kita juga membaca tentang keberhasilan manusia dalam membangun menara Babel. Manusia akan membangun jalannya sendiri masuk ke surga. Ia akan mengambil kursinya sendiri di takhta Allah.
 Keberhasilan manusia sungguh sangat banyak sekali. Ia dapat meluncurkan roket-roket, dan ia ingin menerobos surga. Saya pernah membaca sebuah laporan tentang teleskop yang baru dan lebih besar di Hawaii yang memampukan manusia untuk melihat jauh lebih ke dalam alam semesta ini. Sebenarnya semakin banyak kita tahu tentang alam semesta ini, semakin kita sadar betapa rendahnya dan kecilnya manusia itu. Keberhasilan kita yang paling besarpun dalam bidang roket tidaklah seberapa dibandingkan dengan keluasan alam semesta ini.
Kebohongan Dari Menjadi Superman RohaniJadi pemujaan akan pencapaian manusia adalah inti kepada gagasan Superman itu. Karena itu, penerapan gagasan Superman ke dalam kehidupan kekristenan adalah suatu penyimpangan yang besar. Sayangnya, pemikiran semacam ini masih kuat dalam gereja. Kita masih dapat melihat pemikiran tentang pengembangan diri ini dengan maksud untuk mencapai status Superman rohani. Kita telah diindoktrinasi oleh sistem pendidikan masa kini sehingga kita percaya pada gagasan pengembangan diri sendiri yang terus-menerus ini.
Mengapa kita belajar sungguh-sungguh? Pengembangan diri sendiri. Kita belajar supaya kita dapat berkembang dari satu tingkat pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dari satu derajat ke derajat yang lain. Kita belajar untuk mengembangkan memori kita dan konsentrasi kita. Kita bahkan dapat minum pil untuk mengembangkan "kemampuan otak". Dengan segala usaha ini, kita mengembangkan diri sendiri.
Ketika kita datang ke gereja, tidakkah kita lakukan hal yang sama? Mengapa anda mempelajari Alkitab anda? Anda berkata, "Saya ingin mengetahui kehendak Allah." Mengetahui kehendak Allah biasanya hanya sebagian kecil dari alasan yang sesungguhnya. Alasan yang sesungguhnya adalah untuk mengembangkan pengertian anda tentang Firman Allah, bukan? Bukankah hebat apabila seseorang mengajukan pertanyaan dalam pelajaran Alkitab, anda membuka Kitab Suci pasal ini dan itu kepada mereka dan anda mampu mencelikkan mata mereka. Mereka semua memandang kepada anda, mengagumi pengertian anda yang begitu dalam tentang Kitab Suci. Tentu saja, anda tidak akan berkata bahwa anda melakukannya untuk mengesankan orang lain. Anda akan berkata bahwa anda ingin mengetahui kehendak Allah. Tetapi jikalau anda sudah mengetahui kehendak Allah dengan begitu baik, mengapa anda tidak dapat hidup berkemenangan?
Bagaimana dengan doa? Tentu saja itu sangat rohani. Tetapi berdoa bisa saja tidak begitu rohani. Kita dapat berdoa dengan cara seperti "meditasi transendental". Kita memusatkan pikiran kita dan mengembangkan akal budi kita. Hal ini dapat menolong kita untuk memfokuskan kemampuan mental kita. Adalah sehat bagi pikiran dan jiwa kita untuk meluangkan 10 menit waktu untuk memusatkan seluruh perhatian dengan tenang. Kita terjual kepada gagasan pengembangan diri. Jika anda memiliki alasan-alasan yang tersembunyi untuk menggembangkan diri sendiri ketika mempelajari Alkitab dan berdoa, anda telah kehilangan intinya dan anda tidak akan mengalami kemajuan rohani dalam kehidupan kekristenan anda.
Apakah Program Pelatihan Pemuridan Mendorong Kita Menjadi Superman?Anda boleh berkata, bagaimana tentang pelatihan pemuridan? Tentu saja dengan segala tingkat pelatihan pemuridan yang berbeda, anda dapat bertumbuh secara rohani dan dapat hidup dalam kehidupan kekristenan yang berkemenangan. Jikalau anda sudah menyelesaikan tingkat dasar dan anda masih bergumul untuk hidup berkemenangan, sebagai jalan keluarnya anda akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Program ini sungguh akan mendorong anda untuk menjadi Superman. Kerohanian yang sejati sekarang tidak begitu jauh dari jangkauan kita.
Apakah semua pelatihan seperti ini sungguh berhasil? Apakah anda mendapati anda hidup dalam kemenangan? Pernahkah anda mengalami setelah mengikuti beberapa pelatihan, dengan tiba-tiba anda memiliki beberapa sifat Superman dalam hidup anda? Pada kenyataannya, meskipun anda mulai menyadari bahwa anda baru setengah jalan untuk menjadi Superman, namun anda harus rendah diri tentang itu. Tetapi begitu anda mencapai setengah jalan untuk menjadi Superman, tidak begitu mudah lagi untuk merendahkan diri. Tetapi anda masih ingin mencoba. Jadi kita ada banyak orang di gereja yang mencoba untuk mengerti bagaimana menjadi lebih rendah hati. Semua kekuatannya dikeluarkan di dalam pergumulan untuk merendahkan diri.
Namun anda tetap frustrasi. Barangkali Anda berkata: "Setelah menyelesaikan semua sesi dalam pelatihan-pelatihan pemuridan ini, kapan saya benar-benar akan hidup berkemenangan? Jikalau jalan satu-satunya untuk mencapai kesuksesan adalah dengan melanjutkan pelatihan ke tingkat selanjutnya, saya tidak tahu apakah saya akan berhasil sampai ke sana. Kehidupan Kekristenan seperti ini sangatlah sukar".
Izinkan saya menyatakan hal ini kepada anda. Jikalau kita mengikuti semua pelatihan pemuridan dengan maksud untuk mengalami kemajuan rohani, dalam pengertian untuk menjadi Superman, anda telah salah besar. Bahkan lebih buruk lagi, sesi-sesi dalam pelatihan itu akan menjadi berbahaya bagi anda. Pelatihan-pelatihan itu sebenarnya sangat berbahaya apabila anda mengikutinya dengan motif yang salah. Saya sangat menguatirkan hal ini. Pelatihan sangat berharga, akan tetapi setiap sesuatu yang berharga dapat disalahgunakan. Di sinilah bahayanya.
Inti Dari KerohanianJadi kalau begitu, bagaimana kita harus melanjutkan? Seperti yang telah kita simpulkan, kita harus mengerti inti dari apa yang Paulus katakan kepada kita. Kecuali kita mengerti hal itu, kita tidak akan pernah dapat hidup berkemenangan. Anda harus pikirkan dengan saksama 2 Korintus 12:10, "Ketika aku lemah, maka aku kuat". Paulus tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Superman. Pada kenyataannya, ia tidak pernah menjadi Superman. Lebih menakjubkan lagi, ia selanjutkan berkata di 2 Korintus 13:4, "Sesungguhnya Ia disalibkan karena kelemahan-Nya" untuk menunjukkan bahwa bahkan Kristuspun bukan Superman. Cara yang berbeda untuk menyusun ayat ini ialah "Yesus telah disalibkan sebagai seorang lemah". Di Perjanjian Baru, Yesus tidak pernah tampil sebagai Superman. Sepanjang Injil Yohanes, Yesus tidak pernah melakukan apapun dengan kekuatan-Nya sendiri. Tatkala anda tidak berfungsi dengan kekuatan sendiri, itu berarti bahwa anda sendiri bukan apa-apa dan hanya Allahlah segalanya dalam hidup anda.
Kecuali anda mengerti hal ini, anda tidak mengerti apa-apa tentang kehidupan kekristenan. Jangan bayangkan bahwa satu hari kelak anda dapat mencapai tingkat dimana anda dapat berfungsi dengan kekuatan Superman. Karena apabila anda mencapai tingkat itu, anda tidak membutuhkan Allah lagi. Tetapi selama anda masih bergantung sepenuhnya kepada Allah, itu berarti anda selalu lemah.
Dapatkah anda melihat bahaya dari gagasan Superman ini? Anda harus mengerti dengan jelas. Jangan bayangkan bahwa anda dapat mencapai tingkat dimana anda memiliki kekuatan yang begitu besar sehingga anda dapat berfungsi sendiri secara rohani. Jangan pernah berpikir bahwa kehidupan kekristenan anda itu umpama baterai yang dapat dicas dengan pelatihan-pelatihan, pelajaran Alkitab dan doa. Anda diisi ke tingkat yang tertentu, supaya setelah waktu doa dan pelajaran Alkitab, anda dapat keluar dan berlari untuk waktu yang lama dengan cas dari baterai itu. Kemudian anda kembali kepada Allah untuk dicas ulang hanya apabila anda merasa bahwa cas itu mulai berkurang. Ini sama sekali tidak benar. Kita harus hidup dalam kelemahan saat demi saat, dan senantiasa menarik kekuatan dari-Nya.
Kekristenan Yang Berbeda - Bermegah Dalam KelemahanApa yang Paulus maksudkan ialah: "Ketika aku lemah, ketika itu jugalah aku menjadi kuat". Itu berarti untuk menjadi kuat kapanpun, anda harus menjadi lemah. Hal ini sangat penting untuk anda mengerti. Kedua bagian dari kalimat ini tidak akan pernah dapat dipisahkan. Saat anda merasa lemah, itulah saatnya untuk bersyukur pada Tuhan. Inilah yang dimegahkan oleh Paulus.
Apakah anda merasakan kesakitan dalam tubuh anda seperti saya? Paulus berbicara tentang duri di dalam dagingnya. Cobalah menusukkan duri ke dalam tubuhmu dan rasakan seperti apa rasanya. Itu gambaran kesakitan yang dasyat di dalam daging. Banyak sarjana berusaha untuk memahami artinya. Tidak seorangpun dapat menyatakan dengan pasti. Jika anda selalu mengeluh kepada Tuhan mengapa anda mengalami rasa sakit di tubuh, anda belum memahami rahasia kehidupan Kristen. Justru dalam kelemahan itulah kuasa Allah akan dinyatakan di dalam diri anda. Justru di ayat inilah, Paulus membanggakan hal yang satu ini: kesakitannya. Ini kekristenan yang sama sekali berbeda.
Bilamana anda mengalami kekurangan, itu merupakan kesempatan Allah untuk memperlihatkan kuasa-Nya kepada anda, dan melalui anda kepada orang lain. Anda semua tahu ceritera tentang Joni, seorang wanita atlit yang sangat menarik. Tulang lehernya patah, mengakibatkan lumpuh dari leher ke bawah. Ia seorang wanita yang masih muda dan seluruh hidupnya harus dihabiskan di atas kursi roda. Mengapa Allah mengizinkan hal seperti ini terjadi? Namun melalui kehidupannya, tak terhitung banyaknya orang telah diberkati. Mengapa? Justru karena kuasa Tuhan dinyatakan di dalam kelemahannya.
Bagaimana Kita Menghadapi Masalah-masalah Kita?Namun saat anda merasa kurang sehat, anda merasa kurang senang. Saya sering kali merasakan sakit punggung yang melemahkan. Perhatikan kata "melemahkan". Setiap penyakit dan rasa sakit melemahkan kita. Untuk menjadikan Paulus lebih kuat, Allah harus pertama-tama melemahkannya dulu dengan menusukkan duri ke dalam dagingnya. Mengertikah anda prinsip ini? Barangkali kita belum mencapai tahap di mana Allah dapat menusukkan duri ke dalam daging kita. Kita mengalami kesulitan mengatasi masalah-masalah kecil yang kita hadapi setiap hari. Kualitas Kekristenan kita dapat dilihat dari cara kita menghadapi masalah-masalah kita.
Ingatkah anda tentang "The Queen of the Dark Chambers" (Ratu Kamar Gelap), bagaimana matanya begitu peka terhadap sinar cahaya sehingga ia harus hidup di dalam kegelapan? Betapa tragisnya! Ia harus hidup di dalam kegelapan siang dan malam. Ia secara harfiah hidup di dalam kegelapan. Sekali lagi melalui kelemahannya kuasa Allah dinyatakan dan jutaan orang diberkati melalui kehidupannya.
Kelemahan Kita - Kesempatan AllahKelemahan anda merupakan kesempatan Allah untuk menunjukkan betapa dahsyat kuasa-Nya di dalam hidup anda. Inilah kemuliaan Kekristenan. Bukan karena anda tidak ada masalah tetapi justru di dalam setiap masalah, ada kekuatan untuk mengatasinya, bahkan patah tulang leher ataupun kelumpuhan. Di mana lagi kuasa Allah akan dinyatakan di dalam kehidupan kita? Apakah kemuliaan Allah dinyatakan melalui saya karena saya mengendarai sebuah Mercedes? Saya tidak perlu menjadi orang Kristen untuk mengendarai Mercedes. Tetapi saya perlu menjadi orang Kristen untuk memuliakan Tuhan, untuk mengizinkan kuasa-Nya dinyatakan melalui saya dengan duri di dalam daging. Saya tidak membutuhkan kuasa Allah untuk hidup di dalam sebuah rumah yang bagus dan besar. Tetapi saya membutuhkan kuasa Allah ketika demi Injil, saya tidak ada tempat tinggal sama sekali.
Betapa Bahagianya Menjadi LemahDi awal pengalaman kekristenan saya, saya melihat kuasa Allah dinyatakan melalui saudara Yang. Ia memiliki rahasia rasul Paulus dalam kehidupan kekristenannya. Ia menerima kemiskinan karena memberitakan Injil. Itu merupakan sesuatu yang ia banggakan dan megahkan. Seperti yang telah saya bagikan sebelumnya, kami hidup bersama selama beberapa bulan. Menurut anda, apa yang paling banyak saya pelajari darinya? Bukan bagaimana cara membaca Alkitab, atau bagaimana dapat berdoa berjam-jam. Tetapi dari cara ia mengatasi masalah-masalah dan kesukaran-kesukarannya, saya belajar apa itu kemuliaan Allah. Kami berdua tidak mempunyai uang. Kadang-kadang, hanya ada satu ikan kecil untuk kami berdua. Tidak ada uang bahkan untuk membeli sayur. Kami punya uang cukup hanya untuk membeli beras. Saya masih ingat ucapan syukur dan pujiannya kepada Tuhan untuk ikan yang kecil itu. Ia selalu dikejar-kejar polisi. Ini terjadi di Shanghai. Sukacitanya di dalam Tuhan saat menghadapi setiap masalah yang membuat saya melihat kemuliaan Allah. Mengertikah anda rahasia ini?
Paulus berkata bahwa "Aku disalibkan dengan Kristus" (Galatia 2:19). Bukan "Aku telah disalibkan" (I was), tetapi "Aku disalibkan"(I am). Disalibkan berarti dianggap sebagai penjahat. Itu juga berarti penderitaan dan kematian. Penyaliban merupakan lambang dari kelemahan yang total. Inilah yang dipandang Paulus sebagai pusat kehidupannya. Justru di situlah ia menikmati persekutuan dengan Kristus. Apakah anda mempunyai pengalaman semacam ini dengan Kristus?
Di Ucapan Bahagia (Matius 5:3-12), kita dapat melihat bahwa setiap ucapan bahagia itu ada hubungannya dengan kelemahan. "Berbahagialah orang yang miskin": orang miskin itu lemah. "Berbahagialah orang yang lemah lembut": orang yang lemah lembut adalah orang lemah. "Berbahagialah orang yang dianiaya": mereka dianiaya karena mereka tidak ada pertahanan. Demikianlah caranya Tuhan membuka pengajaran-Nya. Ia ingin menegaskan  kepada kita bahwa seluruh rahasia kehidupan Kekristenan ialah bahwa Allah itu Allah bagi yang lemah. Kuasa-Nya dinyatakan hanya melalui kelemahan.
Daud disebut sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (Kis 13:22). Apakah karena ia Superman? Justru sebaliknya. Ia seorang yang sangat menghargai kenyataan bahwa Allah mengasihi dan hidup di antara orang yang miskin, yang rendah hati, dan yang lemah, dan ia menulis, "Tuhan itu dekat dengan orang yang patah hati, dan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18) Sebenarnya ucapan bahagia yang satu ini, "Berbahagialah orang yang lemah lembut", adalah berdasarkan perkataan Daud di Mazmur 37:11, "Orang-orang yang lemah lembut akan mewarisi negeri (atau bumi)".
Anda Merasa Cukup Puas, Sehingga Anda Tidak Mengalami TuhanSaya telah mengalami keajaiban Tuhan di dalam hidup saya. Anda dapat melihatnya di dalam kesaksian saya. Saya telah banyak kali mengalami pernyataan kuasa Allah di dalam hidup saya. Tetapi yang mengkuatirkan saya adalah saya jarang mendengar orang lain membagikan pengalaman yang serupa. Saya bertanya-tanya mengapa anda tidak mengalami keajaiban pekerjaan Allah. Apakah karena saya Superman dan anda bukan? Bukan, saya bukan Superman. Saya bukan apa-apa. Justru karena itu, Allah dapat bekerja dalam hidup saya. Karena di dalam kelemahan dan kekurangan saya, Allah menyatakan Diri-Nya kepada saya.
Masalahnya ialah anda jauh lebih "super" dari saya. Anda tidak mengalami kekurangan yang saya alami dan itulah sebabnya anda tidak mengalami Tuhan. Itulah sebabnya saya menyesal untuk anda. Anda terlalu mewah. Saya tidak berkata bahwa anda kaya, tetapi anda berkecukupan, jadi anda tidak perlu mengalami persediaan Tuhan.
Pernah terjadi di Shanghai saya tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Allah melakukan suatu yang ajaib untuk saya. Ia tidak akan membiarkan saya dalam kelaparan. Jika Ia  membiarkan saya dalam kelaparan, saya tetap akan menerimanya juga. Tetapi Ia tidak membiarkan saya menderita kelaparan. Saya mengalami mukjizat yang mengagumkan dimana Ia melipat gandakan makanan buat saya. Saya telah bagikan hal ini di dalam kesaksian saya.
Apakah Allah Nyata Untuk Anda?Itulah sebabnya saya katakan bahwa anda tidak beruntung karena anda hidup terlalu mewah. Anda juga terlalu sehat. Anda memiliki paspor dan kewarganegaraan sehingga Allah tidak perlu menolong anda. Selidikilah hidup anda dan tanyalah pada diri sendiri: di mana kemiskinan dan kekurangan saya? Berbahagialah orang yang miskin. Mereka lemah dan Allah akan campur tangan. Jika kekurangan anda bersifat psikologis, yang anda butuhkan hanyalah hiburan mental. Jika itu saja yang anda butuhkan, anda bisa saja menempelkan mata pada TV dan itu akan menyelesaikan semua masalah anda. Kalau anda mengalami masalah psikologis, anda mencari solusi psikologis. Anda tidak pernah akan mengetahui apakah Allah itu nyata atau tidak. Ketika saya menceritakan mukjizat-mukjizat yang saya alami, barangkali anda berkata bahwa saya ini merupakan pengecualian. Barangkali ada juga yang menganggap saya melebih-lebihkan. Sangat sulit untuk mempercayai hal-hal seperti ini jika anda tidak pernah mengalaminya sendiri. Sebenarnya, saya cenderung untuk mengekang ceriteranya. Kalau anda benar-benar mengalaminya, itu jauh lebih menggairahkan dari menceriterakannya. Dapatkah anda membayangkan perasaannya ketika anda melihat ke dalam panci, memikirkan makanannya sudah habis tetapi ternyata menemukan masih ada makanan? Dapatkah anda membayangkan perasaannya ketika anda mengeluarkan makanan dari dalam panci dan kemudian menemukan bahwa jumlah makanan dalam panci masih tetap sama seperti sebelumnya? Sangat menakjubkan kalau anda mengalaminya sendiri.
Apakah anda ingin mengalami kehidupan kekristenan yang tidak terkalahkan seperti yang Paulus alami? Apakah anda ingin memiliki kuasa rohani seperti yang dialaminya di dalam kehidupan kekristenan anda? Apakah Allah kita nyata bagi anda?
Berbahagialah orang yang miskin dan yang lemah karena Allah akan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Siapkah anda menjadi miskin dan lemah supaya anda dapat mengalami kehidupan yang tak terkalahkan seperti Paulus?

Monday, December 22, 2014

Kekristenan dan ajarannya by Deni

Syaloom saudaraku semua,
 Patut kita mengucap syukur atas lindungan Tuhan Yesus sampai saat ini
sehingga saudara bisa membaca postingan saya
Dalam blog ini saya akan menceritakan sedikit bayaknya tentang Kekristenan, apa itu Kekristenan, bagaimana gambarannya, dan hukum hukumnya dan banyak lagi..

Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan monoteistik yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristusmenurut Perjanjian Baru. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias yang diramalkan dalam Perjanjian Lama, juruselamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Pengikutnya beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11: 26b).

Gambaran umum agama Kristen

Dasar-dasar Iman

Crucifixion, menggambarkan kematian Yesus di kayu salib, lukisan dari D. Velázquez, pada abad ke 17.
Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyalibankebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesiasyang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasisTuhan atau TritunggalTritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.
Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (InjilMatius 16: 18-19)
Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang untuk kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimanaagama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.
Kata Kristen sendiri memiliki arti "pengikut Kristus atau "pengikut Yesus". Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26b).

Pergerakan

Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh Yesus. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yang Mahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
Banyak denominasi Gereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesan Yesus yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya.
"Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
 
— Injil Yohanes 17:20-21
Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

Ibadah

Contoh benda-benda yang digunakan umat Kristen dan Katolik untuk beribadah—Alkitab, sebuah Salib, and sebuahRosario.

Liturgi

Justin Martyr menggambarkan liturgi [1] (tata cara urutan ibadah) Kristen di First Apology (c. 150) kepada Penguasa Antoninus Pius pada abad ke-2, dan penggambarannya masih relevan untuk menggambarkan struktur dasar dari liturgi ibadah Kristen. Justin menggambarkan, orang Kristen berkumpul untuk ibadah bersama pada hari Minggu, yaitu hari Yesus bangkit dari kubur. Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tapi terutama dari Injil. Pada akhir dari liturgi ibadah, diadakan Perjamuan Kudus, untuk memperingati pengorbanan Yesus. [1]
Namun gereja pada saat ini juga ada yang mengadakan ibadah selain hari Minggu. Gereja Advent Hari Ketujuh berkumpul pada hari Sabtu. Gereja Pentakosta atau Karismatik mengikuti "tuntunan Roh Kudus" dan tidak memiliki liturgi yang tertulis, walaupun ada tata cara urutan umum kebiasaan ibadah yang biasanya dari minggu ke minggu mirip. Gereja Evangelical menggabungkan Pop dan Rock ke dalam ibadahnya, sementara beberapa Gereja yang lain melarang sama sekali penggunaan alat musik dalam ibadah, seperti Gereja Ortodoks.
Ibadah dapat divariasikan untuk acara-acara khusus, seperti baptisan, pernikahan, atau hari raya Kristen seperti Natal dan Paskah. Ada pula ibadah untuk anak-anak, yang biasanya disebut Sekolah Minggu atau Ibadah Anak.

Sakramen

Sakramen adalah ritus Agama Kristen yang menjadi perantara (menyalurkan) rahmat ilahi. Kata 'sakramen' berasal dari Bahasa Latinsacramentum yang secara harfiah berarti "menjadikan suci". Salah satu contoh penggunaan kata sacramentum adalah sebagai sebutan untuk sumpah bakti yang diikrarkan para prajurit Romawi; istilah ini kemudian digunakan oleh Gereja dalam pengertian harfiahnya dan bukan dalam pengertian sumpah tadi. [2]

Kalender Liturgis

Komunitas Katolik Roma, Anglikan, dan Kristen Protestan mengatur ibadah dalam jadwal kalender liturgis. Hal ini termasuk hari-hari suci, misalnya Hari Perenungan yang memperingati sebuah kejadian di dalam hidup Yesus Kristus, hari-hari puasa, atau perayaan-perayaan biasa seperti hari memperingati orang-orang kudus. Komunitas Kristen yang tidak mengikuti tradisi kalender liturgis biasanya masih tetap merayakan perayaan-perayaan tertentu, seperti Natal, Paskah, dan Kenaikan Yesus ke Surga. Beberapa Gereja sama sekali tidak memakai kalender liturgis. [3]

Simbol

Salib, yang saat ini adalah simbol Kekristenan yang paling mudah dikenali di seluruh dunia, telah digunakan sebagai simbol Kristen pada zaman sangat awal. [4] Lambang ikanjuga nampaknya berada di urutan teratas lambang favorit setelah salib. Lambang ikan dipakai oleh karena kemiripan 5 huruf konsonan yang membentuk kata ikan (Ichthys), yang mana dapat dipakai sebagai singkatan untuk menggambarkan Yesus: Iesous Christos Theou Yios Soter, artinya Yesus Kristus, Anak Allah, Penyelamat[5]
Orang Kristen awal mula suka untuk menghiasi makam-makam mereka dengan ukir-ukiran dan gambar mengenai Yesus, orang-orang kudus, kejadian dari Alkitab, dan perlambang-perlambang yang lain. Orang-orang Kristen awal tidak memiliki pemikiran negatif menganai gambar, ukiran, maupun patung. [6] Simbol-simbol yang lain meliputi burung merpati (simbol Roh Kudus), anak domba (simbol pengorbanan Yesus), pohon anggur beserta ranting-rantingnya (simbol bahwa orang Kristen harus memiliki hubungan secara pribadi dengan Yesus) dan banyak yang lain. Semua ini diambil dari ayat-ayat Alkitab Perjanjian Baru[7]
Lukisan The Baptism of Christ olehFrancesco Albani.

Baptisan

Baptisan merupakan sebuah ritual dan sakramen menggunakan air, yang menandakan seseorang berkomitmen menjadi seorang Kristen dan tergabung menjadi anggota Gereja. Ada gereja yang memperbolehkan baptisan dengan air yang dipercikkan (misalnya Gereja Kristen Protestan, Gereja Katolik dan Ortodoks), ada gereja yang mengharuskan baptisan dilakukan dengan diselamkan ke dalam air seperti Yesus (misalnya Gereja Pantekosta dan Karismatik).

Doa

Pengajaran Yesus tentang doa pada Khotbah di Bukit menggambarkan bahwa doa secara Kristiani hanya memakai sedikit faktor eksternal, atau tidak ada sama sekali, seperti misalnya harus menggambar simbol-simbol tertentu atau harus menyembelih hewan-hewan tertentu terlebih dahulu sebelum berdoa. Dalam doa secara Kristiani, semua perilaku-perilaku yang menekankan kepada "teknik-teknik berdoa" yang menggunakan faktor eksternal seperti yang tadi disebutkan biasanya dituduh sebagai "pagan" (paganisme, penyembahan berhala). Karena itu, dalam doa secara Kristiani, yang ditekankan adalah cukup hanya perlu percaya kepada kebaikan Tuhan ketika berdoa. [8] Di seluruh Perjanjian Baru, penekanan terhadap kebebasan untuk datang kepada Tuhan ini pun ditekankan. [9]Keyakinan ini harus dilihat dari sudut pandang kepercayaan Kristen terhadap hubungan yang unik antara orang percaya dengan Yesus, lewat Roh Kudus. [10]
Dalam tradisi lanjutan, beberapa gerakan sebelum berdoa dianjurkan, seperti misalnya membuat tanda salib, berlutut, atau membungkuk. Kebiasaan melipat tangan, menyatukan kedua tangan di depan dada, atau mengangkat tangan pun terkadang sering dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi ketika berdoa dan mengekspresikan isi doa.

Sejarah agama Kristen

Lahirnya Agama Kristen

Adoration of the Shepherds, lukisan oleh Guido Reni, pada abad ke 17.
Agama Kristen bermula dari pengajaran Yesus Kristus sebagai tokoh utama agama ini. Yesus lahir di kota Betlehem yang terletak di Palestina sekitar tahun 4-8 SM, pada masa kekuasaan raja Herodes. Yesus lahir dari rahim seorang wanita perawan, Maria, yang dikandung oleh Roh Kudus. Ia dibesarkan di Nazaret secara adat Yahudi. Sejak usia tiga puluh tahun, selama tiga tahun Yesus berkhotbah dan berbuat mukjizat pada banyak orang, bersama keduabelas muridnya. Yesus yang semakin populer dibenci oleh para pemimpin orang Yahudi, yang kemudian berkomplot untuk menyalibkan Yesus. Yesus disalib pada usia 33 tahun dan bangkit dari kubur pada hari yang ketiga setelah kematiannya. Setelah kebangkitannya, Yesus masih tinggal di dunia selama empat puluh hari, sebelum kemudian naik ke surga.

Gereja mula-mula

Setelah naiknya Yesus Kristus ke surga, rasul-rasul mulai menyebarkan ajaran Yesus ke mana-mana, dan sebagai hasilnya, jemaat pertama Kristen, sejumlah sekitar tiga ribu orang, dibaptis. Namun, pada masa-masa awal berdirinya, agama Kristen cenderung dianggap sebagai ancaman hingga terus-menerus dikejar dan dianiaya oleh pemerintah Romawi saat itu. Banyak pendiri gereja mula-mula yang menjadi korban kekejaman kekaisaran Romawi dengan menjadi martir, yaitu rela disiksa maupun dihukum mati demi mempertahankan imannya, salah satu contohnya adalah Ignatius dari Antiokia yang dihukum mati dengan dijadikan makanan singa.
Saat itu, kepercayaan yang berkembang di Romawi adalah paganisme, di mana terdapat konsep ‘balas jasa langsung’. Namun dengan gencarnya para rasul menyebarkan ajaran Kristen, perlahan agama ini mulai berkembang jumlahnya, sehingga pemerintah Romawi semakin terancam oleh keberadaan agama Kristen. Romawi pun berusaha menekan, dan bahkan melarang agama Kristen, karena umat Kristen saat itu tidak mau menyembah Kaisar, dan hal ini menyulitkan kekuasaan Romawi. Selain itu, paganisme dan ramalan-ramalan yang sejak zaman Republik sudah dipakai sebagai alat-alat propaganda dan pembenaran segala tingkah laku penguasa atau alasan kegagalan penguasa, sudah tidak efektif lagi dengan keberadaan agama Kristen. Maka, pada masa-masa ini, banyak umat Kristen yang dibunuh sebagai usaha pemerintah Romawi untuk menumpas agama Kristen. Penyebar utama agama Kristen pada masa itu adalah Rasul Paulus, yang paling gencar menyebarkan ajaran Kristen ke berbagai pelosok dunia.

Masa kegelapan

Pada masa inilah, datang masa-masa kegelapan (192-284), mulai dari Kaisar Commodus hingga Kaisar Diocletian. Pada masa inilah orang-orang masa itu kehilangan kepercayaan terhadap konsep balas jasa langsung yang dianut di Paganisme, sehingga agama Kristen pun semakin diminati. Hingga akhirnya pada tahun 313, Kaisar Konstantinus melegalkan agama Kristen dan bahkan minta untuk dipermandikan, dan 80 tahun setelahnya, Kaisar Theodosius melarang segala bentuk paganisme dan menetapkan agama Kristen sebagai agama negara.
Sebagai agama resmi negara Kekristenan menyebar dengan sangat cepat. Namun Gereja juga mulai terpecah-pecah dengan munculnya berbagai aliran (bidat). Salah satu upaya untuk menekan bidaah adalah dengan diadakannya Konsili Nicea yang pertama pada tahun 325 M. Konsili Nicea mencetuskan pengakuan iman umat Kristen keseluruhan pertama kali, sebagai tanda persatuan Kristen universal yang dibedakan dari umat-umat Kristen yang bidaah. Salah satu contohnya adalah bidaah Arianisme, yang merupakan salah satu krisis bidaah terbesar saat itu yang menjadi alasan utama diadakannya Konsili Nicea yang pertama.
Ketika Kerajaan Romawi runtuh dan tercerai-berai, Gereja Kristen tetap bertahan. Pada abad ke-11 terjadilah Perang Salib, di mana kekezaman prajurit perang salib menjadi sejarah kelam Kristen yang hingga kini masih banyak disesali. Perang Salib adalah perang agama antara Kristen dan Islam. Dicetuskan pertama kali oleh Paus Urbanus II,Perang Salib I bertujuan merebut kembali kota suci Yerusalem dari kekuasaan Islam, yang merupakan tempat penting umat Kristen sebagai tujuan ziarah saat itu.
Sementara itu, bagian timur dari Kerajaan Romawi, bertahan sebagai Gereja yang disebut Yunani atau Ortodoks, yang mewartakan kabar gembira di Rusia dan memisahkan diri dari belahan barat yang berada di bawah pimpinan Gereja Roma. Pemisahan ini terjadi pada tahun 1054.
Sementara itu, pada tahun 1460 penemuan percetakan oleh Gutenberg membuat Kitab Suci terjangkau bagi semua orang. Sebelumnya, Kitab Suci dibatasi oleh Gereja kepada umat dengan tujuan untuk menekan bidaah yang merupakan salah satu krisis besar dalam tubuh Gereja saat itu. Kitab Suci hanya dibacakan di Gereja dan menjadi sumber kotbah.
Saat itu, banyak pihak-pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan kedudukan di dalam Gereja Barat (Katolik) sebagai sumber kekuasaan, sehingga secara tidak langsung mencoreng nama baik Gereja. Pejabat-pejabat tinggi di dalam Gereja semakin terpengaruh untuk mementingkan kepentingan duniawi sehingga semakin menyeleweng dari ajaran dasar Gereja Katolik. Banyak oknum yang menduduki posisi penting di dalam Gereja menggunakan kekuasaannya secara semena-mena sehingga merugikan banyak umat saat itu. Hal ini membuat banyak umat Kristen kecewa dan memprotes serta menuntut pembaharuan. Banyak umat yang berpikir bahwa salah satu cara mendatangkan pembaharuan di dalam Gereja ialah dengan memberikan Kitab Suci kepada semua orang.

Perpecahan

Pembukaan dari 95 dalil Luther.
Puncak dari penyalahgunaan ajaran Gereja diawali dengan penjualan surat penebusan dosa (indulgensia) oleh gereja kepada masyarakat. Praktik ini sendiri sebenarnya bertentangan dengan ajaran iman Gereja Katolik. Martin Luther, seorang rahib, memutuskan untuk melakukan pembaharuan dengan melakukan pemberontakan terhadap Gereja Katolik dengan memakukan 95 dalil Luther di pintu Gereja Kastil di Wittenberg, Jerman, 31 Oktober 1517, dan membangun gereja tandingan baru. Sedangkan Ignatius Loyola, pendiri ordo Jesuit dalam Gereja Katolik, berusaha melakukan pembaharuan dari dalam, salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan teologi Kristen yang ketat kepada para klerus, terutama dalam kepatuhan penuh pada otoritas dan ajaran Gereja, agar praktek korup dalam Gereja berkurang dan tidak menjadi-jadi. Konsili Trente merupakan konsili yang diadakan sebagai reaksi dari reformasi Martin Luther, di mana reformasi Martin Luther dianggap oleh Gereja Katolik sebagai tindakan yang memperparah kondisi kekristenan. Dalam Konsili Trente-lah ajaran iman Gereja Katolik dipertegas (termasuk kanonisasi terakhir Alkitab Katolik) demi menekan dan mengurangi berbagai macam penyalahgunaan yang sewenang-wenang dalam tubuh Gereja.
Ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci menjadi bahasa Jerman, pengikut-pengikutnya mulai memiliki pandangan yang berbeda-beda akan Kitab Suci tersebut, lalu terjadilah pertentangan penafsiran antara umat satu dengan yang lain, salah satu kasusnya adalah pertentangan antara denominasi protestan reformed-nya Zwingli dan denominasi anabaptis, reformed-nya Calvinis dengan Arminian, dan masih banyak lagi. Inilah yang membuat agama Kristen Protestan sekarang banyak terbagi-bagi lagi menjadi denominasi-denominasi lagi.

Sejarah agama Kristen di Indonesia

Perkembangan Agama Kristen di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 zona waktu.
  1. Sebelum kolonialisme Belanda
  2. Saat kolonialisme Belanda
  3. Setelah kolonialisme Belanda

Sebelum kolonialisme Belanda

Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ke-7 di Sumatera Utara. Kota Barus yang dahulu disebut sebagai negeri Bancluur/Fansur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia.[butuh rujukan]

Saat kolonialisme Belanda

Katedral di Jakarta.
Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah,Katolik Roma pertama tiba pada tahun 1534, di kepulauan Maluku melalui orang Portugis yang dikirim untuk eksplorasi. Fransiskus Xaverius, misionaris Katolik Roma dan pendiri Ordo Yesuit bekerja di kepulauan Maluku pada tahun 1546 sampai tahun 1547[11] Namun ketika Belanda mengalahkan Portugis tahun 1605, Belanda mengusir misionari-misionari Katolik dan memperkenalkan Kristen Protestan (dari aliran Calvinist Dutch Reformed Church), sehingga terpengaruh pada ajaran Calvinisme dan Lutheran[12]
Perkembangan Kekristenan di Indonesia pada zaman itu cukup lambat. Hal ini dikarenakan ajaran Kalvinisme merupakan aliran agama Kristen yang memerlukan pendalaman Alkitab yang mendalam, sementara edisi Alkitab saat itu belum ada yang berbahasa Indonesia. Lagipula, VOC sebagai kendaraan Belanda untuk masuk dan menguasai Indonesia saat itu adalah sebuah perusahaan sekuler dan bukan perusahaan yang cukup religius, sehingga tidak mendukung penyebaran agama yang dilakukan oleh misionaris Belanda sendiri. Setelah pengaruh VOC mulai tenggelam pada tahun 1799, pemerintah Belanda mulai memperbolehkan penyebaran agama dengan lebih leluasa. Orang Kristen aliran Lutheran dari Jerman yang lebih toleran dan tidak memaksa pemeluknya untuk mempelajari agama Kristen dengan sedemikian dalam, mulai memanfaatkan perijinan tersebut untuk mulai menyebarkan agama di antara orang Batak di Sumatera pada tahun 1861, dan misionari Kristen Belanda dari aliran Rhenish juga menyebarkan agama di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. [12]

Setelah kolonialisme Belanda

Pada abad ke-20 setelah Belanda pergi dari Indonesia, agama Kristen dan Katolik mulai berkembang pesat. Hal ini dimulai oleh sebuah keadaan pada tahun 1965, ketika terjadi peralihan kekuasaan Presiden Soekarno kepada Presiden Soeharto. Saat itu, Komunisme (dan Atheisme) merupakan hal yang dilarang oleh pemerintah. Semua orang-orang yang tidak beragama, langsung dicap Atheis, dan dengan demikian sangat mudah untuk dituduh sebagai pengikut Komunis. Saat itu, gereja dari berbagai aliran mengalami pertumbuhan jemaat yang pesat, terutama dari orang-orang (sebagian besar beretnis Tionghoa yang berasal dari Cina, yang merupakan negara Komunis) yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan pemerintah mengenai Komunisme dan Atheisme pada saat itu. [12]
Pada akhir abad ke 20 sampai awal abad 21, banyak misionaris dari Amerika yang menyebarkan aliran Evangelican dan Pentecostal. Aliran yang sering disebut "Karismatik" ini merupakan aliran yang dianggap "modern" karena menggabungkan antara Kristen tradisional dengan pola pikir modern pada zaman ini. [13]

Cabang-cabang utama

Sebuah skema taksonomi denominasional Kristen.
Agama Kristen termasuk banyak tradisi agama yang bervariasi berdasarkan budaya, dan juga kepercayaan dan aliran yang jumlahnya ribuan. Selama dua milenium, Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang utama:
Selain itu ada pula berbagai gerakan baru seperti Bala KeselamatanGereja Masehi Advent Hari KetujuhMormonSaksi-Saksi Yehuwa, serta berbagai aliran yang muncul pada akhir abad ke-19 maupun abad ke-20, dll.